Buntut Panjang Surprise Ulang Tahun Puan di Hari Demonstrasi BBM: Dari Nyanyian, Berujung Laporan Pelanggaran

Buntut Panjang Surprise Ulang Tahun Puan di Hari Demonstrasi BBM: Dari Nyanyian, Berujung Laporan Pelanggaran

Surprise ulang tahun untuk Ketua DPR RI Puan Maharani berbuntut panjang. Politisi PDI Perjuangan itu sekarang disampaikan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI karena dipandang menyalahi kaidah. Narasi bermula dari ruang pertemuan pleno DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Usai pimpin rapat, Puan dikasih surprise ulang tahun oleh beberapa anggota dewan yang datang. Mendadak, di ruang rapat, bergema lagu “Selamat Ulangi Tahun” dari group band Jamrud. Terdengar juga suara ucapan selamat ulang tahun buat Puan.

Para anggota dan pimpinan DPR pun bangkit dari kursinya untuk turut menyanyi dan bertepuk tangan. Puan ikut juga berdiri. Ia terlihat tersenyum senang dan bertepuk tangan. Tidak lama, beberapa peserta rapat dipersilahkan duduk kembali. Puan juga menelangkupkan ke-2 tangannya seolah berterima kasih. Ternyata, bertepatan dengan sorak sorai wakil rakyat itu, di luar gedung pleno, rakyat ikut juga bergabung. Tetapi, tidak untuk rayakan ulang tahun Puan, tetapi mendemo peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM). Beberapa ribu rakyat yang terbagi dalam mahasiswa sampai pekerja mengepung Gedung DPR RI untuk menampik naiknya harga pertalite, solar, dan pertamax. Sampai demonstrasi itu usai, Puan sebagai Ketua DPR RI tidak memperlihatkan tangkai hidungnya di muka demonstran. Cuma anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah menjumpai massa.

Dinilai langgar etik Dampak kejadian itu, Puan disampaikan ke MKD DPR RI karena dipandang menyalahi kaidah. Pelapor namanya Joko Priyoski, seorang yang akui sebagai aktivis 98. Joko menjelaskan, dia memberikan laporan Puan ke MKD karena Ketua DPR RI itu tidak arahkan beberapa legislator untuk menjumpai massa demonstran, tapi justru rayakan ulang tahun. “Semestinya ini, sidang itu diskors, saat menyanyi itu skors dahulu sidang, itu lebih bagus ia terima inspirasi warga,” kata Joko di Kompleks Parlemen Senayan. Joko berasa perlakuan Puan menyalahi Bab II Code Etik Sisi Kesatu berkaitan Kebutuhan Umum Pasal 2 Ayat 1 dan 2, juncto Sisi Ke-2 masalah Kredibilitas Pasal 3 Ayat 1 dan 2 Code Etik Anggota DPR RI.

Menurutnya, sikap Puan sakiti hati warga, khususnya yang turut tindakan demonstrasi menampik peningkatan harga BBM. “Beliau bukanlah terima perwakilan massa justru lakukan euforia dalam gedung ini,” kata Joko. “Kira saja ini sisi dari autokritik kami sebagai aktivis ke Ibu Ketua DPR, kritikan yang karakternya bernilai,” katanya. Joko juga mengharap MKD menyapa dan memberi ancaman ke Ketua DPP PDI Perjuangan itu. Puan diharap sampaikan permintaan maaf serta lebih sensitif menyaksikan keadaan warga sekarang ini. “Jadi kami menekan Ibu Puan mohon maaf ke semua warga Indonesia atas trendingnya video itu.

Dibela MKD

Berkaitan ini, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Habiburokhman mulai bicara. Ia memandang, perkataan selamat ulang tahun yang diperuntukkan untuk Puan sebagai hal umum. Menurut dia, tidak ada sikap terlalu berlebih yang ditunjukakn oleh anggota dewan atau Puan saat peristiwa itu. “Sepengetahuan saya itu bukan perayaan ulang tahun berbentuk acara pesta atau sikap bermewah-mewah. Tidak ada makan dan minuman atau atribut sama sekali,” kata Habiburokhman pada reporter

Dia menyebutkan, perkataan selamat ulang tahun itu dikatakan saat interval rapat paripurna, bukan saat rapat berjalan. Menurut Habiburokhman, sama-sama mengucapkan ulang tahun ialah hal lumrah antarsesama rekanan kerja. “Kondisinya sama dengan orang biasa yang sama-sama ucapkan selamat ulang tahun jika ada mitra yang kebenaran berulang-ulang tahun pada tempat kerja,” tutur ia. Sementara, masalah Puan yang tidak menjumpai pengunjuk rasa, Habiburokhman akui, saat itu DPR siap lakukan audiensi.

Tetapi, sampai sore hari tidak ada faksi demonstran yang mengirimkan delegasinya untuk beraudiensi dengan DPR. “Saya sempat dihubungi oleh petugas untuk terima demonstran, tetapi tidak ada lanjutan sampai sore,” bebernya. Walau begitu, Habiburokhman janji MKD akan selekasnya mengulas laporan sangkaan pelanggaran etik Puan. Tidak sensitif Sikap yang diperlihatkan Puan dan beberapa anggota DPR yang lain saat itu sempat dinilai oleh pemerhati politik dari Kampus Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. Ujang menjelaskan, perayaan ulang tahun sebetulnya boleh-boleh saja. Tetapi, ini kali, moment-nya tidak tepat. Penyebabnya, rakyat yang berdemo tengah berasa tercekik hadapi peningkatan harga BBM. Tetapi, ketika bertepatan, wakil rakyat malah bergembira rayakan hari ulang tahun pimpinannya. “Warga sedang jatuh terkena tangga, telah terserang wabah, banyak yang di-PHK banyak yang nganggur, banyak yang tidak dapat makan, lalu dengan peningkatan BBM perayaan ulang tahun itu dilaksanakan ketika yang tidak cocok.

Menurut Ujang, sikap Puan dan beberapa anggota DPR yang lain di pertemuan pleno tempo hari memperlihatkan ketidakpekaan mereka. Bukannya rayakan ulang tahun, semestinya Puan dapat pimpin anggota dewan untuk menjumpai beberapa demonstran di luar Gedung DPR. Lebih bagus kembali bila Puan dan beberapa pimpinan DPR lain dapat berkomunikasi dan duduk bersama dengan beberapa pengunjuk rasa. “Saya menyaksikan ini ketidakpekaan wakil rakyat, Ketua DPR, dan anggota-anggota yang lain pada tuntutan bimbingan dari khalayak,” kata Ujang. “Jika semacam ini ya pasti warga benar-benar dirugikan. Harusnya mereka (DPR) jadi representasi atau sebagai wakil rakyat, tetapi siapakah yang selanjutnya diwakilkan?.

 

About admin

Check Also

Belum Tetapkan Capres-Cawapres, KIB Dipandang Tersandera dan Berkesan Nantikan PDI-P

Belum Tetapkan Capres-Cawapres, KIB Dipandang Tersandera dan Berkesan Nantikan PDI-P Direktur Eksekutif Trias Politika Vital …