Ini hari, Jokowi Berjumpa Presiden FIFA untuk Ulas Alih bentuk Sepak Bola Indonesia

Ini hari, Jokowi Berjumpa Presiden FIFA untuk Ulas Alih bentuk Sepak Bola Indonesia

Presiden Joko Widodo akan terima Presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa  siang.

Hal itu diverifikasi oleh Deputi Sektor Prosedur, Jurnalis, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. “Betul gagasannya Bapak Presiden akan terima Presiden FIFA di Jakarta,” tutur Bey, Selasa pagi.

Adapun tatap muka ke-2 pimpinan itu direncanakan jam 12.00 WIB. Awalnya, berita tatap muka Presiden Jokowi dengan Presiden FIFA dikatakan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

“Bapak Presiden akan berjumpa Presiden FIFA untuk mengulas alih bentuk sepak bola Indonesia, surat yang diberi FIFA ke Pak Presiden itu,” tutur Erick pada 10 Oktober kemarin.

Awalnya, Erick Thohir telah berjumpa Gianni Infantino di Doha, Qatar pada 5 Oktober 2022.

Pada pertemuan tersebut, Gianni menyebutkan FIFA siap memberikan dukungan sepak bola Indonesia sebagai olahraga terpopuler di Tanah Air supaya jadi kebanggaan rakyat dan menjadi satu diantara pilar yang berperan pada perkembangan bangsa.

“FIFA bersama pemerintahan, AFC dan PSSI dalam alih bentuk itu, tinggal kita nantikan saja hasil pertemuan Presiden FIFA dan Bapak Presiden karena ke-2 nya telah berbicara, ada banyak point telah dikatakan Bapak Presiden,” ungkapkan Erick.

Perbincangan pertama ialah bagaimana audit sarana lapangan sepak bola di Indonesia. Untuk standard internasional harus ada CCTV dan jalan masuk pemirsa perlu terpisah dengan pemain.

Hal ke-2 ialah ada latihan bersama, atau standarisasi keamanan bersama. “Pasti bersama TNI, Polri, panitia eksekutor agar semua persepsinya sama, agar tidak boleh sama-sama mempersalahkan, apa lagi kan tempo hari peristiwa yang paling menyedihkan, makan korban,” ungkapkan Erick.

Hal ke-3 ialah sikap supporter sepak bola tersebut. Peralihan sikap supporter sepak bola semestinya menjadi alat penyatu, bukan justru makan korban antarsuporter. Selanjutnya, masalah agenda laga yang perlu sama sesuai persetujuan beragam faksi.

“Ke-4, bagaimana agenda laga itu harus sesuai persetujuan beragam faksi dan ijinnya satu atap telah usai, jangan ada perubahan hingga kemungkinan keamanan belum siap, atau warga justru alami kemacetan keseluruhan karena ada laga sepak bola,” tutur Erick.

Beberapa hal itu akan ditelaah ulangi FIFA, yang akan berkantor di Indonesia sepanjang tiga sampai 6 bulan, bahkan juga sampai satu tahun, untuk jaga alih bentuk sepak bola Indonesia.

About admin

Check Also

Belum Tetapkan Capres-Cawapres, KIB Dipandang Tersandera dan Berkesan Nantikan PDI-P

Belum Tetapkan Capres-Cawapres, KIB Dipandang Tersandera dan Berkesan Nantikan PDI-P Direktur Eksekutif Trias Politika Vital …