Kominfo Claim Perubahan Tayangan TV Analog ke Digital Berikan Banyak Faedah

Kominfo Claim Perubahan Tayangan TV Analog ke Digital Berikan Banyak Faedah

Direktur Jenderal Info dan Komunikasi Khalayak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Usman Kansong menjelaskan, pemerintahan sudah melakukan publikasi masif masalah peraturan mematikan tayangan tv analog (analog switch off atau ASO) ke warga dan penopang kebutuhan.

Ia menjelaskan, bila masih tetap ada faksi yang mengatakan warga dirugikan, hal itu cuma berdasar info terbatas saja.

“Jika masih tetap ada faksi yang tetap menggerakkan jika warga dirugikan karena itu pasti cuma atas dasar info terbatas dan tidak komplet dan benar-benar subjektif,” tutur Usman dikutip dari tayangan jurnalis di situs sah Kemenkominfo, Senin.

“Kerja-sama dan kerjasama ekosistem ini akan tentukan kesuksesannya zaman baru penayangan tv digital di Indonesia,” terangnya.

Usman menerangkan, migrasi mekanisme penayangan tv dari analog ke digital banyak memiliki faedah untuk warga, instansi penayangan, atau negara. Satu diantaranya, warga akan nikmati kualitas tayangan tv yang lebih bagus karena gambar lebih bersih, suara lebih jernih dan tehnologi yang lebih hebat.

“Disamping itu, opsi content tayangan untuk warga akan jadi makin bertambah dan bermacam macamnya, dan bisa dicicipi dengan gratis,” papar Usman.

“Tayangan TV Digital memiliki sifat free-to-air dan bukan TV abonemen, jadi warga tak perlu abonemen atau memakai paket paket internet,” sambungnya.

Dalam pada itu untuk instansi penayangan, migrasi mekanisme analog ke digital akan membuat industri penayangan jadi lebih siap untuk berkompetisi di zaman konvergensi lewat adopsi tehnologi baru dan pendayagunaan multi saluran tayangan.

Usman juga mengutarakan, perubahan tayangan tv analog ke digital memberi faedah besar untuk negara. Imbas dari berpindahnya mekanisme analog ke digital akan hasilkan pemakaian spektrum frekwensi 700 MHz yang lebih efektif.

Menurut Usman, perubahan itu hasilkan digital dividen pendayagunaan spektrum frekwensi radio. “Yang bisa dipakai untuk merealisasikan internet cepat yang lebih rata, dampak ganda di bidang ekonomi digital, dan memberi tambahan penghasilan APBN dari bidang Akseptasi Negara Bukan Pajak (PNBP). Disamping itu bisa terjadi kekuatan kenaikan PDB yang berarti,” bebernya.

Sebelumnya telah dikabarkan, pemberhentian tayangan TV analog atau Analog Switch Off (ASO) mulai dilaksanakan pada Rabu malam 2 November 2022 jam 24.00 WIB. Tayangan TV analog yang telah dicicipi warga Indonesia lebih dari 60 tahun itu selanjutnya diarahkan ke tayangan TV digital.

Daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), bisa menjadi daerah pertama kali yang migrasi ke tayangan TV digital seutuhnya awal hari ini, Kamis, 3 November 2022.

Dengan begitu, warga di Jabodetabek yang mempunyai TV analog di dalam rumah tidak dapat kembali melihat tayangan TV per Rabu. Sebagai tukarnya, warga pemilik TV analog atau smart TV yang belum memberikan dukungan tayangan TV digital, harus memakai Set Hebat Box (STB).

STB ialah alat untuk yang mengonversi signal digital jadi gambar dan suara agar diperlihatkan di TV analog. Dengan alat ini, warga masih tetap bisa memakai TV analog atau smart TV-nya untuk tangkap tayangan TV digital.

Buat menolong warga miskin, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan pelaksana multipleksing atau TV swasta membagi STB gratis.

Di Jabodetabek, Kominfo mengklaim telah membagikan STB gratis sampai 98,44 % dari rasio 359.617 unit. Selain itu, Kominfo merekomendasikan warga non-miskin di Jabodetabek untuk selekasnya memasangkan STB agar nikmati tayangan TV digital.

About admin

Check Also

Belum Tetapkan Capres-Cawapres, KIB Dipandang Tersandera dan Berkesan Nantikan PDI-P

Belum Tetapkan Capres-Cawapres, KIB Dipandang Tersandera dan Berkesan Nantikan PDI-P Direktur Eksekutif Trias Politika Vital …