Menteri luar neger Sebutkan Pimpinan ASEAN Sedih dengan Keadaan Myanmar

Menteri luar neger Sebutkan Pimpinan ASEAN Sedih dengan Keadaan Myanmar

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengutarakan, beberapa pimpinan negara ASEAN sedih dengan keadaan di Myanmar yang makin lebih buruk dan tidak ada perkembangan dalam implikasi 5-Point of Consensus.

Retno menjelaskan, kekesalan pimpinan ASEAN itu muncul dalam sesion retreat Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Phnom Penh pada Jumat yang membahas perubahan keadaan Myanmar.

“Rerata pimpinan ASEAN sampaikan concern serta kekesalan jika keadaan di Myanmar makin lebih buruk,” kata Retno dalam info jurnalis, diambil dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

“Tidak ada perkembangan yang berarti dalam implikasi 5-Point of Consensus (5PC) dan disaksikan tidak ada loyalitas junta militer Myanmar untuk menerapkan 5PC,” tutur Retno meneruskan.

Retno menjelaskan, beberapa menteri luar negeri ASEAN juga mengulas perundingan berkenaan ulasan dan keputusan beberapa pimpinan ASEAN berkaitan 5PC.

Menurutnya, tidak gampang capai kesepakatan dari keputusan beberapa pimpinan ASEAN berkenaan implikasi 5PC walau pada akhirnya persetujuan bisa terwujud.

Dia mengatakan, salah satunya isi keputusan itu memperjelas jika keterlibatan non-political representation dari Myanmar berlaku untuk KTT atau tatap muka menteri luar negeri ASEAN (AMM).

“Ini untuk pertamanya kali beberapa pimpinan memperjelas tidak dibolehkannya wakil tingkat politik dari Myanmar untuk berperan serta dalam dan tatap muka beberapa menteri luar negeri,” kata Retno.

“Dan ini keputusan tercatat pertama di tingkat pimpinan yang dikeluarkan oleh ASEAN. Tentu saja ini jadi yurisprudensi untuk ASEAN,” tutur ia.

Disamping itu, beberapa pimpinan ASEAN memberikan tugas ASEAN Coordinating Counsel atau beberapa menteri luar neger untuk membahas selanjutnya keterlibatan Myanmar di semua tatap muka ASEAN jika dibutuhkan.

Retno menjelaskan, keputusan ini menyampaikan pesan kuat ke junta militer Myanmar untuk membikin keadaan lebih baik. “Menyampaikan pesan yang kuat atau bahkan juga warning ke junta militer Myanmar jika keadaan tidak lebih baik karena itu penataan yang diaplikasikan untuk AMM dan KTT bisa berlaku untuk penataan ASEAN yang lain,” kata Retno.

Awalnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia sedih atas keadaan di Myanmar yang makin jelek dan tidak ada perkembangan berarti dari implikasi 5PC oleh junta militer Myanmar.

“Indonesia benar-benar sedih dengan keadaan Myanmar yang makin jelek, tidak ada perkembangan yang berarti dari implikasi 5PC sekalian kita tidak menyaksikan ada loyalitas dari junta militer untuk menerapkannya,” dalam info jurnalis di antara KTT ASEAN di Phnom Penh, Jumat.

Jokowi memperjelas, keadaan di Myanmar jangan mengusik perjalanan dan kerja-sama ASEAN.

Dia menjelaskan, Indonesia menegaskan tempatnya tidak untuk membolehkan non-political representation dalam KTT ASEAN dan tatap muka tingkat menteri luar negeri.

“Indonesia menyarankan hal sama diterapkan di luar tatap muka tingkat menteri luar negeri,” tutur Jokowi.

About admin

Check Also

Belum Tetapkan Capres-Cawapres, KIB Dipandang Tersandera dan Berkesan Nantikan PDI-P

Belum Tetapkan Capres-Cawapres, KIB Dipandang Tersandera dan Berkesan Nantikan PDI-P Direktur Eksekutif Trias Politika Vital …