Terkejutnya Hakim saat Tahu Begitu Sambo Berkuasa

Terkejutnya Hakim saat Tahu Begitu Sambo Berkuasa

Ketua Majelis Hakim sidang Ferdy Sambo terkejut saat ketahui informasi acara investigasi (BAI) berkaitan kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat (Brigadir J) dapat direvisi Ferdy Sambo. Hakim terkejut dan akui aneh informasi acara investigasi dapat dibikin berdasar pesanan bekas Kadiv Propam Mabes Polri itu.

Dalam sidang itu tersingkap Putri Candrawathi tidak dicheck langsung, tetapi informasi acara investigasi versus Putri Candrawathi itu awalannya disingkap berdasar catatan. Hal tersebut disingkap bekas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat bersaksi di sidang kelanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Awalannya Ridwan menjelaskan informasi acara investigasi (BAI) Putri Candrawathi dalam kasus penembakan Brigadir N Yosua Hutabarat dibikin dari catatan yang diberikan Bekas Wakaden B Agen Paminal Propam Polri, AKBP Bijak Rahman Bijakin. Hakim menanyakan apa BAI itu lumrah semacam itu atau mungkin tidak.

Ridwan menjelaskan BAI berkaitan sangkaan penghinaan seksual yang sudah dilakukan Brigadir Yosua itu dibikin dari lembar yang diberi AKBP Bijak Rahman . Maka, Putri Candrawathi tidak diinterogasi langsung oleh penyidik, tetapi ia tuangkan kesaksiannya dalam suatu kertas dan dicatat tangan. Ridwan menjelaskan Putri tidak dicheck langsung dengan argumen trauma.

Ridwan menyebutkan lembar kesaksian Putri itu dibawa oleh AKBP Bijak Rahman. Bijak waktu itu disebutkan langsung bertandang ke Polres Jakarta Selatan.

“Saya panggil Kanit PPA saya masalah penghinaan, penyidik saya, untuk bicara berkaitan urutan yang diusung oleh AKBP Bijak. Saya melapor ke Kapolres, ada AKBP Bijak untuk bikin BAI karena PC waktu itu tidak dapat ke Polres karena argumennya trauma, pada akhirnya dikunjungi AKBP Bijak berkaitan helai itu,” kata Ridwan saat bersaksi di PN Jaksel,

Hakim ketua Wahyu Imam Santoso lalu menanyakan apa Putri tidak didatangkan. Hakim Wahyu menanyakan apa itu wajar.

“Tanpa kedatangan PC? Lumrah Tidak? Itu tidak wajar tidak sesuai dengan SOP kamu nolak?” bertanya Hakim.

“Tidak lumrah yang mulia. Saya berkeberatan, saya berikan jika waktu itu urutan ini kita berikan wujud pertanyaan apa sebagai wakil semua, tetapi waktu itu saya segera melapor ke Kapolres saya untuk tiba ke arah tempat itu (TKP)” jawab Ridwan.

Walau dipandang tidak lumrah, Ridwan menjelaskan BAI itu masih tetap dibikin karena AKBP Bijak menjelaskan itu ialah perintah langsung dari Ferdy Sambo. Ridwan menjelaskan, perintah itu tidak dapat ditampik karena Ferdy Sambo waktu itu masih memegang sebagai Kadiv Propam.

“Waktu itu Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam. Kami bertemu dengan Kadiv Propam, kita menyaksikan di TKP piranti Propam telah berada di persoalan ini hingga memang yang kita pikirkan kita dalam pemantauan,” katanya.

Hakim Terkejut Sambo Dapat Revisi Informasi Acara Investigasi

Hakim ketua Wahyu Iman Santoso terkejut saat ketahui informasi acara investigasi (BAI) berkaitan kematian Brigadir Yosua Hutabarat dapat direvisi Ferdy Sambo. Hakim terkejut BAI Putri dibikin berdasar pesanan Sambo.

Hal tersebut disingkap bekas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit saat bersaksi di sidang kelanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di PN Jaksel,

Awalnya, Ridwan menjelaskan waktu itu informasi acara investigasi dibikin berdasar urutan peristiwa versus Putri Candrawathi yang dikatakan lewat lembar catatan yang diberikan oleh anak buah sambo AKBP Bijak Rachman Bijakin. Urutan itu tercantum pada laporan polisi yang dibikin Putri Candrawathi.

Ridwan menyebutkan informasi acara investigasi yang dibikin itu diantar ke rumah Sambo di Saguling. Waktu itu dianya langsung yang mengantarkan informasi acara itu bersama Kapolres Jakarta Selatan waktu itu Kombes Budhi Herdi, dan Kanit I Satreskrim Polres Jaksel AKP Rifaizal Samual dan penyidik Jaksel waktu itu

“Sesudah saya adukan ke Kapolres, proses itu masih tetap jalan selanjutnya waktu itu kita langsung mengantar ke rumah saguling hasil dibanding pembikinan BAP, saya turut, Kapolres turut, Kanit turut, penyidik turut,” kata Ridwan.

Saat datang di Saguling, Ferdy Sambo sampaikan istrinya tidak dapat berjumpa langsung. Pada akhirnya, kata Ridwan, Sambo sampaikan informasi acara investigasi itu ke Putri dan Putri sampaikan hal tersebut telah sesuai urutan.

“Sampai di situ kita bertemu FS waktu itu, selanjutnya kita sampaikan BAI itu dan FS sampaikan Ibu tidak dapat bertemu langsung kelak saya naik dahulu ke lantai atas dahulu waktu itu untuk lakukan cross cek dengan Ibu Putri,” kata Ridwan.

“Selanjutnya kita nantikan 1,5 jam nyaris 2 jam, selanjutnya Pak FS turun sampaikan jika telah sama sesuai dan waktu itu proses jalan tanda-tangan dan lain-lain,” paparnya.

Hakim lalu menanyakan apa info informasi acara investigasi untuk Sambo dibikin dan direvisi oleh Sambo sendiri. Ridwan mengaminkan itu.

“Info saudara Sambo telah dibikin di kantor polres?” bertanya hakim.

“Ya tujuannya sebagai saksi,” kata Ridwan.

“Jadi tidak cuma informasi acara investigasi pada Putri saja yang diganti tetapi juga informasi acara investigasi untuk Sambo?” bertanya hakim.

“Benar Yang Mulia,” jawab Ridwan.

“Jadi waktu itu ada LP (laporan polisi) A dan laporan polisi B, yang dibawa Bijak LP B, selanjutnya lakukan revisi pada LP B, selanjutnya pada waktu itu kita membuat pertanyaan dan kembali lagi ke Saguling untuk lakukan revisi waktu itu, selanjutnya direvisi, selanjutnya Pak Sambo waktu itu tidak salah sampaikan jika ada banyak info di LP yang tak perlu ditempatkan,” tutur Ridwan.

Sambo, kata Ridwan, sempat minta ada banyak info tidak untuk ditempatkan dalam informasi acara investigasi. Ridwan juga lakukan itu dan urutan itu juga usai dibikin dan direvisi seperti yang dikatakan Putri Candrawathi.

“Habis revisi itu kita menyaksikan laporannya dan waktu itu sudah pasti jika seperti yang dikatakan urutan itu yang dikatakan PC,” sebut Ridwan.

Disini, hakim berasa kagum dan tidak mengerti sesudah dengar info dari Ridwan. Hakim terkejut hebat sewaktu mengetahui kasus pembunuhan laporan polisi informasi acara investigasi dibikin berdasar pesanan dari Sambo.

“Hebat sekali ini kasus pembunuhan laporan polisi informasi acara investigasi dibikin berdasar pesanan semacam itu,” kata hakim.

Putri Candrawathi Pertanda Bereskan Informasi Acara Investigasi

Putri Candrawathi mulai bicara masalah pengakuan bekas Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit, berkaitan informasi acara investigasi (BAI). Putri menjelaskan dianya turut tanda-tangani BAI itu.

“Sedikit respon untuk bapak Ridwan Soplanit jika saya tanda-tangani BAI pada 11 Juli. Untuk lainnya saya tidak ketahui,” kata Putri saat menyikapi kesaksian Ridwan Soplanit di PN Jaksel,

Dalam peluang itu, Putri mohon maaf ke semua barisan Polri, terhitung saksi yang datang, selesai terbawa dalam eksperimen kasus pembunuhan Brigadir J. Ia mengetahui hal itu menghalangi mereka dalam berkarier di Polri.

“Dan sedikit saya sampaikan ke anggota Polri, saya dan keluarga meminta maaf ke bapak-bapak anggota Polri yang datang ini hari sebagai saksi. Mereka harus hadapi semuanya karena harus memperoleh kendala dalam berkarier,” katanya.

Eliezer, Kuat Ma’ruf, dan Bripka Ricky Rizal Dituduh Turut serta Pembunuhan Merencanakan Yosua

Eliezer dijumpai dituduh bersama dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Ma’ruf, dan Bripka Ricky Rizal lakukan pembunuhan merencanakan pada Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat. Eliezer disebutkan secara sadar dan tanpa sangsi tembak Yosua.

“Mereka yang lakukan, yang memerintah lakukan, dan ikut serta lakukan tindakan, dengan menyengaja dan dengan gagasan lebih dulu merebut nyawa seseorang,” sebut beskal saat membacakan surat tuduhan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel),

Dalam kasus ini, beberapa tersangka dituduh menyalahi Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

About admin

Check Also

Waspada Rumor Bahaya di Tahun Politik

Waspada Rumor Bahaya di Tahun Politik JAKARTA, KOMPAS.com – Keriuhan masuk tahun politik mendekati penyeleksian …